3D2N exposed for Pesona Mandalika-Lombok 2017 [i]

August 21, 2017

Saya memang sudah beberapa kali berkunjung ke Lombok. Dan rasanya tidak akan pernah puas untuk explore semua. Selalu "kurang terus" rasanya. That's why saya selalu ingin kembali kesini lagi. Kira-kira apa saja dan kemana saja sih kalau semisalnya kita hanya punya waktu 3 hari saja untuk berkeliling ?


Nah kali ini saya dan beberapa teman Influencer dan Selebgram akan mengunjungi banyak tempat wisata di edisi Pesona Mandalika. Jadwalnya lumayan dipadatkan selama 3 hari.

Kalau ikut jadwalnya Pesona Indonesia, sudah dipastikan jiwa ragamu dijaga dengan baik pastinya. Dari turun pesawat yang kemudian diburu-buru makan siang atau sekedar ngemil sebelum menuju destinasi wisata pertama sampai last day. Lalu transportasi yang selalu stand by dan siap mengantarkan kita ke destinasi wisata. Kemudian kamu pasti akan diinapkan di hotel yang asik dan nyaman untuk kamu beristirahat. Karena kemudian kamu akan dibangunkan kembali paginya lalu memulai lagi jadwal kunjungan selanjutnya. Crazy fun !




Desa Sukarare


Saya adalah salah satu wanita pecinta kain. Iya, mata saya segar melihat semua kain-kain tenun yang cantik terpajang di depan rumah-rumah adat Suku Sasak ini. Desa Sukarare adalah salah satu Desa penghasil kain tenun songket khas Lombok Tengah. Kalau kamu ke Lombok, kamu harus mampir ke sini ya. Paling tidak, untuk menuju kesini tidak memakan waktu lama. Hanya sekitar 20-25 menit saja dari Bandara Internasional Lombok.
Desa Sukarare ini terbagi menjadi beberapa dusun, yaitu Dusun Belong Lauk dan Dusun Belong Daye. Dan yang bikin ini unik adalah, para kaum perempuan di setiap desa tersebut, di wajibkan untuk bisa menenun, atau dalam bahasa Sasak biasa disebut dengan Nyesek. Anak perempuan diharuskan bisa menenun. Dan ini wajib karena dijadikan salah satu syarat untuk menikah.

Saat kami kesana saya bertemu Ibu Imah yang saya pernah temui 2 tahun lalu. Beliau sedang hamil tua dan masih tetap bekerja menenun Kain Songket Khas Lombok. Alhamdulillah Ibu Imah ini masih ingat sama saya lho. 


difotoin dan di editin sama @commaditya

Desa Sade

Seperti 2 tahun lalu saya kesini, jadwal pertama adalah menuju Desa Sade. Siang itu cukup terik dengan awannya yang berkumpul. Saya senang melihat langit dengan awannya yang menggumpal. "Ah, masih asik cuaca dan warna langitnya." Pikir saya sambil menunggu kopi hitam saya disajikan.

Sebenarnya dari awal berangkat saya sudah setting mindset turis. Iya, trip kali ini saya pengen banget jadi turis. Ya pokoknya begitu. So, saya santai saja dengan gear yang seadanya. Well, senjata saya untuk hidup hanya dari satu kamera ini beserta lensa tele seadanya. Tele ini challenging banget kalau lokasinya sedikit narrow. Jadi motretnya juga perlu banyak pertimbangan. But in fact, kalau sudah di lapangan kebanyakan ya saya on the spot shot aja langsung. gak pake teori tadi lagi. Hehe.

Wajib belanja ini kalau kesini. 10-15 ribu rupiah saja dan bisa ditawar banyak sampai puas

Hoaaaammmm .... 

this lady is one of the favorite
Ada yang tau Nenek ini namanya siapa dan umurnya kira-kira berapa ya ?

Righr to left; @commaditya , @nitasellya@griskagunara , @takdos , Pedro

Ada kejadian lucu ketika saya ingin sekali membeli kain tenun yang ada di salah satu rumah adat di Desa Sade. Dan sepertinya mereka mengerti mimik wajah ya, karena saya akhirnya dikejar terus sampai ke Rumah Makan. Untungnya kami semua sudah selesai makan jadi sedikit bisa melayani dan melihat-lihat dengan serius kain-kain yang cantik tadi. Serunya, saya sampai bingung mau ngomong apalagi sama buibuk yang ambisius ini. Ahahaha !

difotoin @takdos
Pantai Kuta Lombok

Kemudian kami bergegas menuju Pantai Kuta, Lombok. Pantai ini menjadi salah satu tempat wisata setelah banyak dibangunnya Hotel-hotel yang berada disekitaran Desa Kuta ini. Upacara Bau Nyale pun setiap tahun diadakan disini. 

Pantai Kuta ini juga terkenal dengan hamparan luas landscape-nya serta pasir merica yang cukup kasar. Yaah, kaki bisa kejeblos sampai betislah. Hehe.

Setelah berpose sedikit lalu saya juga tak lupa mengabadikan beberapa momen disini. Kalau beruntung, bisa dapat momen bule-bule main Kite Surfing gini nih. 


 


 

 

Difotoin dan dieditin sama @commaditya 

Lupa ! BTS ini di candid siapa ini ya ? :D

Difotoin dan dieditin sama @commaditya

Bukit Mandalika


Konon menurut cerita legenda kuno masyarakat setempat, di sebelah barat pantai ini ada sebuah bukit yang dinamakan Bukit Mandalika. Diceritakan bahwa Putri Mandalika ini berlari kabur untuk menghindari kejaran para pangeran yang memperebutkan cintanya. Karena tidak memilih siapapun, Putri Mandalika ini terjun ke laut dan dipercaya bahwa Putri Mandalika ini menjelma menjadi cacing laut berwarna warni atau disebut Nyale. 



Setelah trekking sebentar sampai di Bukitnya, kita bisa melihat hamparan luas laut lepas di puncak bukit ini. Nah, karena siang ini panasnya cukup merusak kulit, jadi kami semua menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Saya sudah cukup lelah sebenarnya. Tetapi setelah ini Kami akan melanjutkan lagi menuju Pantai Batu Payung yang tidak jauh dari Tanjung Aan. Sayangnya kami memilih untuk skip saja kunjungan ke Tanjung Aan karena masalah manajemen waktu. Sudah terlalu sore juga dan angin mulai berasa kencang sekali.



 

 

 







Anyway, dari seluruh keseruan hari ini, kalian bisa juga nonton vlog-nya Adit disini nih ~



You Might Also Like

4 comments

  1. kostumnya udah ditentuin banget ya? pada pakai item-item

    ReplyDelete
    Replies
    1. aahhh, ini gak sengaja kita semua ternyata pakai baju hitam Lin.... :D

      Delete
  2. Itu di sana harga kainnya berapaan? Pasti cakep-cakep..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaa ampun, perasaan sudah balas komen ini via mobile deh. gak masuk ternyata.

      harganya beragam, Jeng. dari harga 150rb sampai sejuta gitu ada. bagus-bagus memang yaa Allah. :(

      Delete

Instagram

Subscribe